Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Gak Sengaja Masuk Anus Ditengah Hujan Deras 3

Viral Gak Sengaja Masuk Anus Ditengah Hujan Deras 3

 Piool.com - Aku langsung bergegas mandi, berdandan dan mengatur kamarku tanpa memakai baju, hanya kulilitkan handuk saja. Kasur kuletakkan di tengah ruangan dan kututupi dengan selembar kain, sebab aku tidak mau nanti malam tidur dengan bau sperma. Untungnya kosku ini termasuk bebas dimasuki cowok sampai jam 10 malam, jadi kami bebas melakukan apa saja tanpa perlu khawatir, apalagi khusus saat ini hujan tampaknya akan deras lagi, sehingga aku yakin segaduh apapun kami nanti suaranya akan hilang ditelan deru angin dan hujan.


Setelah selesai persiapan ruangnya, aku segera mengoleskan baby oil ke seluruh badan agar tampak mengkilap dan seksi plus harum. Tidak lupa aku makan dahulu, tidak terlalu banyak yang penting cukup untuk memberi tenaga, karena aku tahu kalau sudah berhubungan dengan Ken aku pasti tidak bakalan sanggup bangun apalagi makan. Tidak lama setelah aku merapikan dandanan lagi sehabis makan, kudengar pintu diketuk dan aku bergegas membukanya.

“Hallo cantik,” Ken mencium bibirku dan mencubit pantatku di balik handuk yang kukenakan sebelum masuk dan memutar film blue.
Dia memang suka merangsang dirinya dengan menonton film begituan sebelum meniduriku. Setelah mengunci pintu aku menyusulnya dan segera kuciumi bibir dan lehernya habis-habisan dengan napas memburu. Aku memang tidak butuh film untuk merangsang diriku, sebab dengan bugil di depan cowok saja dan membayangkan bahwa sebentar lagi aku akan menjerit-jerit kesenangan cukup untuk membuatku merasa horny.

“Umhh.. aku kangen sekali Yang,”
Kubuka kancing kemejanya satu persatu sambil kuciumi dadanya, dia tetap tidak bergeming sambil terus menatap layar TV. Kujilati sekujur tubuhnya mulai dari wajah, leher, dada hingga ke perut dan pusarnya, dia hanya mendesah sedikit. Memang cowok ini susah dirangsang, tapi kalau sudah on, wuiihh dasyat..! Oleh sebab itu meski harus kurendahkan diriku dengan menari-nari erotis menjilat kepala sampai ujung kakinya pun aku rela, bahkan bila aku diharuskan merengek dan menangis memohon padanya untuk sudi menusuk kemaluanku, aku pasti mau.

Dia telah membuatku bertekuk lutut dan memujanya. Seluruh sendiku terlanjur dibuatnya tergila-gila pada jilatannya, hisapannya, kecupannya, sentuhannya, remasannya, cubitannya, bahkan pada pukulan dan tamparannya. Bercinta dengannya berarti merelakan diri menjadi budak seks yang sangat hina yang hanya dapat menerima perlakuannya tanpa banyak cincong.

Puas bermain dengan dada dan putingnya, aku membuka ikat pinggangnya dan kurebahkan dirinya di atas kasur agar aku dapat menelanjanginya dengan mudah. Kulempar jauh-jauh handuk yang menutup tubuhku, lalu mulailah aku beraksi merangsangnya, mulai dari kuciumi jari-jari kakinya, kukulum dan kujilat dengan penuh perasaan lalu naik menuju betisnya, kulakukan hal serupa pada sebelah kakinya.

Kurapatkan kedua kakinya dan kurebahkan badanku di atasnya lalu kugesek-gesekkan buah dadaku hingga bersentuhan dengan bulu-bulu kakinya. Iihh.. gelinya.. merangsang. Kubuka kembali kedua kakinya dan kutekuk, lalu aku masuk di antaranya dan merapatkan wajahku ke selangkangannya. Kumanja dia dengan oral seks kebanggaanku, membuatnya makin lama makin mengerang tidak karuan.

Akhirnya usahaku tidak sia-sia, bersamaan dengan adegan memancarnya mani pria di film porno itu Ken segera merenggut rambutku dan menarikku hingga rebah di kasur. Aku gemetar dan berdebar-debar menanti luapan birahinya atasku. Dengan ahlinya Ken menggerayangi tubuh bugilku dengan lidah dan tangannya sekaligus menyentuh setiap titik rangsangku, membuatku tidak dapat berbuat apa-apa kecuali mendesah, melenguh dan menggelinjang hebat tatkala sebelah putingku digigit, sedangkan sebelahnya lagi dipelintir jarinya dan tangan satunya sibuk bermain di daerah kemaluanku, sebelum akhirnya kedua jarinya amblas ke dalam vaginaku. Lanjut baca!


Viral Gak Sengaja Masuk Anus Ditengah Hujan Deras 2

Viral Gak Sengaja Masuk Anus Ditengah Hujan Deras 2

 Aopok.com - Seperti dugaanku, batang kemaluan Rio tidak lah sepanjang punya Leo, tapi tidak juga pendek, namun lingkar diameternya lebih besar dari Leo, sehingga tetap saja aku kewalahan menghisapnya berhubung bibirku kecil. Aku berjongkok di antara kedua tungkainya dan bertumpu pada kedua sikuku, sementara Leo dengan ganasnya menusukkan penisnya ke dalam vaginaku sambil memaki-maki dan melenguh kenikmatan.

Agar tidak terlalu keras menjerit menahan serangan Leo, aku mencoba berkosentrasi pada batang penis Rio dan mulai bekerja menjilat, menghisap, menggigit dan mengocoknya dengan bersemangat seirama dengan sodokan yang kuterima dari arah kemaluanku.


“Uhh.. mmph.. kontolmu besar juga Yang, enak..!” pujiku.
Rio tidak menjawab karena sedang menikmati sensasi pijatan mulutku. Kuputar-putar ke kiri dan ke kanan di dalam mulutku sambil kuhisap dalam-dalam, kutahan lalu kulepaskan setelah sekian detik membuatnya meringis nikmat. Tidak ada kata lain memang yang dapat mewakili perasaan yang kami alami selain nikmat yang tiada tara. Aku sangat menikmati peranku melayani kebutuhan seksual dan menjadi objek pemuas nafsu mereka.

“Leo, aku mau keluar. Oouu.. Ooohh yeah..! Aahh..!” jeritku ketika mencapai orgasme.
Leo tetap liar menyodok liangku, sesekali tangannya bergerak ke bawah mencari klitorisku dan mencubitnya sampai aku menjerit antara sakit dan nikmat. Selanjutnya berbagai posisi mereka atur tubuhku, sementara aku hanya dapat menurut disuruh apa saja, sebab seluruh tubuhku pasrah menerima perlakuan mereka.

Badanku gemetar hebat melepas orgasme berkali-kali, tapi mereka tetap saja belum orgasme. Bergantian mereka menggarap vaginaku, sementara aku terus berusaha mengimbangi mereka. Bagaimanapun aku tidak mau kalah menunjukkan kebinalanku di tempat tidur, dan kurasa mereka sangat terkesan melihatku sangat hebat bergerak liar dan menjerit-jerit. Kami semakin hanyut dalam gelorah nafsu birahi, hingga akhirnya aku mau keluar. Rio semakin keras menyodokku, lalu tiba-tiba ditariknya penisnya dan dibawa ke mulutku. Aku segera menyingkirkan batang kejantanan Leo dari mulutku dan menyambut penis Rio dengan terburu-buru.

“Oh cepat sini Sayang..! Biar kuemut sampai keluar, Ooohh..!”
Kuhisap cepat dan kukocok batang kemaluannya di dalam mulutku, semantara penis Leo sudah nangkring di sarangnya mengaduk-aduk vaginaku. Dalam beberapa menit, muncratlah sperma Rio memenuhi rongga mulutku dan kutelan setelah kumainkan sejenak. Semprotan kedua muncrat mengenai seluruh wajahku dan semprotan ketiga sebagian berhasil kutangkap dalam mulutku, namun sebagian sukses membasahi wajahku pula.

“Hmm.. banyak sekali spermamu Yang, enak..!” kataku sambil menjilati penisnya, membersihkan sisa-sisa sperma yang masih tertinggal.
“Udah dong Hana. Geli nih..! Nggak usah rakus gitu, nanti juga bisa kok kamu dapatin. Tenang aja.. asal memekmu masih bisa kuubek-ubek, spermaku juga masih bisa kamu nikmati.” ujarnya kegelian.
Akhirnya kurelakan batangnya pergi dari mulutku.

Karena wajahku penuh sperma, maka kubersihkan dengan jari-jariku dan kujilati setiap jari untuk mendapatkan sperma yang tercecer itu. Sejak pertama kali pacarku menyuruh menelan spermanya, aku langsung tergila-gila dan jatuh cinta menelan setiap sperma dari laki-laki yang meniduriku. Aku asyik mengemut jari-jariku sendiri sambil menjerit menikmati sodokan-sodokan Leo yang semakin cepat. Pasti sebentar lagi dia off. Benar saja kataku, tidak lama kemudian kurasakan otot-ototnya makin tegang pertanda maninya udah di ujung penis. Cepat-cepat kutarik vaginaku.

“Tahan Yang bentar..!” aku langsung bergegas bangun dan turun dari tempat tidur, lalu berlutut di depan batang penisnya dan menyambarnya masuk ke mulutku. Lanjut baca!


Viral Gak Sengaja Masuk Anus Ditengah Hujan Deras 1

Viral Gak Sengaja Masuk Anus Ditengah Hujan Deras 1

 Biodataviral.com - Cerita ini bermula pada suatu siang saat hujan tengah mengguyur kota Yogyakarta dengan derasnya. Karena kosku jauh dari kampus, maka dengan diantar Rio teman sekampusku, kami berteduh di kos Leo sahabat Rio yang kebetulan kosnya berada tidak jauh dari kampusku.

Untuk mengisi waktu, Rio memutar VCD porno yang ada di kamar Leo dan aku ikut menontonnya karena sebenarnya aku sudah biasa menonton film begituan sebelum bercinta dengan pacarku yang dulu. Makin lama kami bertiga makin hanyut dalam hayalan di tengah lenguhan dan jeritan sang bintang biru di layar kaca.


Ketika adegannya memperlihatkan seorang cewek tengah digarap oleh dua lelaki, aku mulai merasa tidak karuan. Entah mengapa aku selalu sangat terangsang bila melihat adegan-adegan seperti itu, dan kurasa mereka berdua pun demikian karena sesekali mereka mencuri pandang menatapku dengan aneh.

Timbul pikiran dalam kepalaku membayangkan aku lah yang sedang di layar TV menikmati sorga dunia yang tiada tara itu. Kulihat kedua pria di kiri kananku semakin gelisah, dan dengan curi-curi kulihat benda di balik celana mereka mulai menggembung. Aku mulai menebak-nebak ukuran kedua benda itu dalam hatiku dan berharap mereka melakukan sesuatu duluan, sebab aku semakin tidak kuasa menahan gelora birahiku. Kurasakan celanaku mulai basah menyaksikan adegan-adegan panas dan seru itu.

“Kamu pernah ML?” tanya Leo memecah kebisuan.
“Pernah, dulu dengan mantanku. Emangnya kenapa?” jawabku menggoda.
“Nggak pa-pa, cuma nanya. Ada nggak impian kamu yang belum terjadi?”
“Yah.., jujur saja aku suka membayangkan bagaimana rasanya kalo ditiduri oleh dua laki-laki sekaligus seperti dalam film-film yang itu lho.” jawabku setelah ragu sejenak.

“Mau nggak kalo sekarang?” tanya Rio dengan tersenyum menggoda dan aku jadi sangat ingin mencobanya.
“Tergantung.., penis kalian besar atau nggak. Soalnya aku juga pengen merasakan kepuasan yang total. Gimana?” tantangku.
“Nggak usah takut deh, taruhan kamu pasti akan sangat puas, dan aku malahan kuatir kamu nggak bakal kuat ngadepin kita. Lihat nih..!” sambil berdiri Leo membuka celananya sekaligus sampai benda favoritku itu muncul mendadak di depan hidungku.
Gila panjang banget, bahkan lebih panjang dari penis mantanku dulu. Aku hanya dapat menatap takjub. Pasti tidak akan muat deh mulutku mengemut penis sepanjang itu.

Sementara itu Rio rupanya sudah tidak dapat menahan nafsunya. Dia langsung mendekatiku dan meremas payudaraku yang tidak terlalu besar tapi aku yakin pasti memuaskan, karena montok dan indah bentuknya. Aku melenguh pelan menerima serangan mendadak itu. Leo menarik rambutku dan kumengerti sebagai isyarat untuk mulai mengemut ‘adik’-nya itu. Kukecupi ujung penisnya dengan lembut dan mulai menjilati perlahan mulai dari bawah hingga ke ujungnya dengan maksud ingin menggodanya.

Leo mulai mendesah nikmat membuatku semakin bersemangat untuk membuat desahan itu semakin keras.

“Oohh.., yes.., terus Han.., Kamu memang pintar.”
“Ungongg.. umh..” jawabku tidak jelas dengan batang kemaluan sepanjang 20 senti di dalam mulutku.
“Ooh.. kontolmu enak sekali Yang. Uhmp.. sroot.. wow.. aku.. oohh..” aku semakin tidak terkendali menikmati sensasi yang kurasakan.

“Hana, tetekmu indah sekali. Ouu.., pantatmu juga. Kenapa sih kamu nggak pernah cerita kalo kamu punya badan yang sangat menggoda seperti ini?” puji Rio sambil menjilati putingku yang sudah menegang dan agak besar karena sering dihisap oleh pacarku. Lanjut baca!


Kisah Rahasia Pacar Teman Ngentot Anus Ku 2

Kisah Rahasia Pacar Teman Ngentot Anus Ku 2

 Topoin.com - Meski ukuran ranjang Kamil cukup besar tapi tak urung terasa sempit juga. Apalagi ventilasi di kamar Kamil tidak sebaik di kamarku karena terletak ditengah antara kamarku dan kamar Rashid sehingga jumlah jendela lebih sedikit dari kamarku. Untungnya udara malam Bandung membuat kami tidak terlalu kegerahan. Maklum hanya ada kipas angin yang menemani kami. Aku yang tidak bisa tidur akhirnya memutuskan untuk balik ke kamarku. Sewaktu bangkit untuk mengenakan baju aku terangsang melihat Rani yang tertidur dalam ketelanjangannya. Aku berpikir untuk mengajak Rani ke kamarku. Siapa tahu saja aku bisa menyetubuhinya lagi. Aku tidak jadi mengenakan bajuku dan dengan tetap bertelanjang aku bangunkan Rani.


“Mba….mba…mba”, kataku berusaha membangunkannya sambil menjawil-jawil pipinya. Dia akhirnya terbangun.
“Dikamarku aja yu mba. “, kataku ketika dia terjaga. Dia menggeliat sehingga membusungkan dadanya yang membuat nafsuku bangkit kembali. Pelan-pelan penisku membesar kembali.
“Emang kenapa Ri? “, tanya Rani malas.
“Disini panas dibandingkan kamarku. Lagian mas Rashid sering ke kamar ini. Dia kan akrab sama mas Kamil. Kalau ntar atau besok, mas Rashid pulang terus ngetuk kamar ini, gimana?”, ujarku memberiku alasan. Alasan yang tidak dibuat-buat dan memang masuk akal kok.
“Gitu ya, Ri?” ujar Rani setengah khawatir. Dia bangkit. “Ya udah deh ke kamar kamu aja. Tapi aku jangan diapa-apain lagi ya”, pintanya.
“Iya yuk…”, jawabku sekenanya. Dalam hati aku tidak menjamin akan memenuhi permintaannya. Untungnya dia tidak melihat penisku yang sudah tegak karena aku menutupinya dengan kaos oblong dan celana pendekku yang kupegang dengan tangan. Sepatu hak tinggi miliknya yang terletak di dekat pintu pun diangkatnya.

Dia mengambil tasnya dan memungut bra, kaos oblong, dan celana dalam miliknya yang tergeletak dilantai. Dia ingin mengenakannya.
“Duh…mba, gak usah. Disebelah aja biar cepet.”, kataku melarang.
“Kamu tuh kaya Kamil aja. Satu perguruan sih ya?”, jawabnya sambil tersenyum. Aku agak bingung juga dengan kata-katanya.
“Ya udah deh yuk. Gak ada orang kan diluar?”, lanjutnya.
“Gak ada.”, jawabku sambil mengintip keluar. “Udah kan? Itu aja? Jeansnya mana?”, tanyaku heran melihatnya memegangi semua baju dan tasnya tapi tanpa jeansnya. Seingatku tadi dia datang ke rumah ini mengenakan jeans. Lucu sekaligus merangsang deh melihat Rani dalam keadaan seperti itu. Dia menggantung tasnya di bahu tapi bertelanjang dan hanya memegangi baju-bajunya.
“Gak sempat dikeluarin dari kamar Rashid. Keburu ortu Rashid datang. Tapi sama Kamil sudah diumpetin dalam dos pembungkus tape recordernya punya Rashid yang ada dibawah tempat tidurnya. Duh…harus segera diselamatkan tuh kalau enggak bisa kacau nanti.”, jawabnya.
“Oh iya…besok begitu Rashid pergi kita langsung keluarin tuh. Lagian tanpa itu gak bisa pulang kan?”, jawabku. Aku mulai bisa menebak bagaimana awalnya tadi hingga akhirnya Rani bisa kami setubuhi malam itu.

Aku pun membuka pintu dan setengah berlari ke kamarku disebelah yang tidak terlalu jauh. Rani segera mengikutiku juga dengan setengah berlari. Sampai di kamarku, dia melihat sekeliling dalam kamarku sambil terlihat hendak mengenakan bajunya. Namun segera kucegah. Aku menarik tubuhnya kearahku dan mendekapnya. “Ri…kamu mau ap…”, dia tidak bisa menyelesaikan kata-katanya karena aku mencium bibirnya erat. Awalnya dia diam saja namun akhirnya membalas mesra ciumanku. Aku menarik lepas baju-baju, tas dan sepatu yang dipegangnya. Kami pun berciuman bertelanjang bulat sambil berpelukan erat. Rani pasti tahu bahwa aku menginginkannya lagi dari kontolku yang sudah tegak dan menunjuk perutnya.

Aku kemudian mematikan lampu kamar agar kalaupun ada yang mengintip tidak akan bisa melihat kegiatan kami. Itupun dengan tirai jendela yang masih tertutup sehingga tak akan mungkin orang luar untuk melihat keadaan di dalam. Kami hanya mengandalkan lampu luar lewat jendela atas untuk penglihatan. Selesai berciuman, aku berjongkok menjilati veggynya sambil tanganku meremas-remas payudaranya. Rani nampak sangat menikmatinya. Dia berpegangan ke dinding kamar untuk menyangga tubuhnya yang sedang kenikmatan. Akhirnya setelah sama-sama terangsang kami pun mulai mengambil posisi untuk bercinta kembali. Rani aku minta menungging di kursi kamarku dan wajahnya ke arah tirai jendela.

Singkat kata, kami pun bercinta dalam posisi doggy style. Tangan Rani berpegangan pada sandaran kursi ataupun pegangan tangan kursi. Sementara pantatnya bergerak maju-mundur berlawanan arah dengan gerakan maju-mundur kontolku dalam veggynya. Kadang diputar-putarnya membuat kontolku terasa diremas-remas namun nikmatnya benar-benar menggetarkan. Lanjut baca!


Kisah Rahasia Pacar Teman Ngentot Anus Ku 1

Kisah Rahasia Pacar Teman Ngentot Anus Ku 1

 Piool.com - Sebut saja nama saya Ari. Sudah menikah dan punya 1 orang anak. Saya tinggal diwilayah yang masuk sebagai wilayah Bogor tapi saya bekerja di Jakarta. Sebelum saya menceritakan pengalaman-pengalaman yang pernah saya alami, saya minta maaf kalau cara saya bercerita tidak begitu bagus karena saya memang bukan penulis. Awalnya adalah ketika saya kuliah di Bandung dan jauh dari orangtua. Karena jauh dari ortu maka saya berpikir inilah kesempatan bagi saya untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru terutama tentu saja soal seks. Dari info2 yang saya terima dari teman-teman yang berpengalaman, saya tau banyak hal-hal yang berkaitan dengan seks.


Penyewaan LD porno ( waktu itu belum jaman VCD hehehe ), majalah, stensilan, tempat perempuan yang bisa diajak gituan, tempat jual obat kuat, obat tidur, alat kontrasepsi ( kalo ini mah dimana2 juga banyak ). Kalo soal gaya dan posisi2 seks itu sih belajarnya dari film. Saya sendiri masih perjaka saat itu dan sudah sangat ingin melepaskan keperjakaan saya ( hehehe… ). Sayangnya setelah kuliah 1 semester, saya belum dapat pacar juga. Maklum kampus saya adalah kampus teknik ternama yang 90% isinya cowok jadi ya persaingannya ketat. Saya sendiri bukan termasuk cowok yang beruntung alias gak kebagian cewek sekampus bahkan ya itu tadi tidak punya pacar. Padahal saya udah dapat banyak “ilmu” dari teman-teman saya terutama dari Rashid, teman kosku yang sudah ambil tugas akhir. Dia kuliahnya beda jurusan tapi masih sekampus. Saya bahkan sudah diajari olehnya bagaimana cara bisa berhubungan seks dengan pacar kita tanpa memaksanya meski awalnya dia tidak mau. Ajaran itu tidak ajaib-ajaib amat karena modalnya cuma obat tidur atau obat perangsang tergantung situasinya. Trik yang berbahaya memang tapi kagak bisa juga dipraktekin juga ( karena kejombloanku itu ). Namun akhirnya berkat trik itu, aku memang bisa melepaskan kerperjakaanku tapi rupanya trik itu menjadi senjata makan tuan. Berkat trik dari Rashid itu aku berhasil menyetubuhi Rani, pacar Rashid sendiri, dan sampai kini Rashid tidak mengetahuinya. Itupun bukan aku yang melakukan trik tersebut tapi Kamil, anak kost satu lagi teman kita berdua, dan aku cuma kecipratan “getah” enaknya saja.

Ceritanya Rashid itu doyan gonta-ganti pacar dan sepertinya setiap pacarnya pasti pernah dia setubuhi. Di tahun terakhir kuliahnya dia punya pacar serius, namanya Rani. Dibilang serius karena kata Rashid dengan Rani inilah dia ingin menikah. Di mata Rashid, Rani adalah cewek yang sempurna. Kalau dari segi fisik, Rani memang seksi, cantik, putih dan montok. Payudaranya lumayan menantang dengan pinggul dan perut yang ramping. Rambut panjang dengan wajah yang menawan. Rani sering berkunjung ke kamar kost Rashid. Entah datang sendiri atau datang bersama Rashid. Mungkin Rashid meenjemputnya terlebih dahulu karena Rani kuliah di universitas yang berbeda. Rasanya setiap kali Rani datang berkunjung, mereka selalu “main” dalam kamar Rashid. Itu ditandai dari suara rintihan Rani yang sering terdengar ketika sedang disetubuhi oleh Rashid. Meski setiap kamar kost di rumah itu cukup besar tapi tetap saja ada suara yang terdengar ketika mereka sedang bersetubuh. Malah terkadang ada suara jeritan dari Rani ketika dia mencapai puncak kenikmatannya. Biasanya setelah itu kegaduhan mereka berakhir dan itu artinya mereka telah selesai atau telah tertidur. Tapi jika Rashid hasratnya sedang menggebu-gebu maka dia akan menyetubuhi Rani terus menerus seperti kuda liar sepanjang siang atau sepanjang malam tergantung waktu kedatangan Rani. Ini ditandai dengan suara rintihan Rani yang terjadi berulang-ulang dan terus menerus dari arah kamar Rashid. Tidak jarang Rani sampai bermalam di kamar Rashid meski tidak pernah sampai berhari-hari. Demikianlah, Rashid si raja sesat, begitu kami menyebutnya dan kegiatan birahinya dengan Rani. Kami dua anak kost yang lain hanya bisa maklum dan mencemburui “keberuntungan” Rashid. Oh ya di rumah itu hanya ada 3 kamar kost yang diisi oleh Rashid, Kamil dan aku. Kamil juga sudah punya pacar tapi pacarnya itu sangat alim sehingga menolak melakukan hal-hal yang “aneh-aneh”. Tapi Kamil juga sudah tidak perjaka. Dia melakukan seks pertama kali sejak SMA dan di tahun-tahun awal kuliah pun dia punya pacar di kota asalnya Jakarta dimana mereka selalu bercinta setiap kali bertemu. Hubungan mereka akhirnya kandas setelah pacarnya itu selingkuh dan punya cowok lain. Kamil juga berasal dari kampus yang sama dengan kami dan dia setahun belakangan masuk kuliahnya dari Rashid. Jadi mereka berdua adalah seniorku meski dua-duanya beda jurusan dari aku. Baik Rashid, Rani dan Kamil ketiganya berasal dari Jakarta.

Hari itu Rashid mengerjakan tugasnya di kampus sampai malam sedang aku dan Kamil asik mengobrol saja di depan kamar masing-masing. Pukul 8 malam, Rani datang dan menyapa kami. Kamil mengatakan bahwa Rashid masih di kampus dan kemungkinan akan pulang tengah malam. Mendengar itu Rani mengatakan akan menunggu di kamar Rashid saja. Mungkin Rashid belum memberitahunya sehingga Rani datang “terlalu cepat”. Jaman itu komunikasi belum selancar sekarang karena belum jamannya HP maupun pager. Rani pun masuk ke dalam kamar Rashid dan menunggu pacarnya itu pulang. Rani memang punya kunci cadangan Rashid sehingga leluasa keluar-masuk kamarnya. Dan itu sering dilakukannya apalagi saat-saat itu ketika Rashid sibuk mengerjakan proyek tugas akhirnya di kampus. Hal ini sebenarnya tidak dibolehkan oleh ibu kost kami tapi ibu kost kami tidak mengetahuinya. Ibu kost sebenarnya melarang kami membawa tamu perempuan tapi dia tidak pernah mengontrol kegiatan kami di kamar masing-masing. Ketiga kamar kost kami ada diatas dan memiliki pintu belakang yang tidak bisa dilihat dari arah rumah utama dimana keluarga ibu kost tinggal. Lanjut baca!


Pandu, Ricky dan Aku Ngewe Janda Viral 2

Pandu, Ricky dan Aku Ngewe Janda Viral 2

 Topoin.com - Usai mandi (dan coli juga, he.. he.. he..), kuajak mereka jalan-jalan lihat Jakarta sambil cari makananan. Kami makan di tempat makan kaki lima yang rame dengan selebritis dan orang-orang kaya nongkrong. Beberapa dari mereka kenal denganku. Kenal karena ikut club kebugaran atau pernah menikmati liarnya birahi denganku. He.. he.. he.. Pandu dan Ricky agak bingung juga ngelihat selebritis makan di kaki lima begitu. Tapi kemudian menjadi terbiasa.


Selama makan tak ada yang istimewa. Kami ngobrol-ngobrol tentang Palembang banyakan. Soal tempat nongrong dan ngeceng disana. Banyak hal baru rupanya, yang aku enggak tahu. Maklumlah aku paling pulang kesana setahun sekali waktu lebaran doang. Itupun seminggu doang dan enggak banyak jalan-jalan. Sisanya hidupku lebih banyak kuhabiskan di Jakarta ini. Sambil ngobrol aku menatap meraka lama-lama. Berakting mendengarkan cerita mereka dengan serius. Padahal tujuanku hanya bisa menikmati bagusnya fisik mereka doang.

Yang seru adalah saat tidur tiba. Akal sehatku hilang ngelihat dua budak ini santai aja tidur cuman pake celana dalem doang. Kata mereka kalau tidur pake pakaian lengkap enggak bebas. Sama dong denganku kalau gitu. Akhirnya kami bertiga tidur di atas ranjangku yang besar dengan hanya menggenakan celana dalam doang.

Pandu berbaring di tengah-tengah diapit olehku dan Ricky. Mereka berdua mulanya tadi mengatakan akan tidur di lantai dan sofaku saja. Tapi tak kuijinkan. Rugi dong kalau mereka tidur jauh dariku. kalau begini kan aku bisa kesempatan dalam kesempitan. Saat mereka tertidur aku bisa pura-pura memeluk mereka tanpa sengaja, atau meletakkan tanganku di gundukan selangkangan mereka. benar-benar dapet durian runtuh deh aku malam ini.

Keduanya sudah teridur. Mungkin kecapekan. Sementara aku belum juga bisa tidur. Tapi tadi aku yang pura-pura duluan tertidur dari mereka. Hehe. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Aku mulai beraksi. Tak peduli kalau Pandu itu pacarnya Dina, adik kandungku sendiri, aku ngulet menyamping ke arah Pandu. Pura-pura dalam keadaan tidur tentunya. Kemudian dengan cuek kupeluk dia erat seperti memeluk guling. Selangkanganku menempel erat di pahanya. Pahaku menempel di gundukan selangkangannya. Dia tak bereaksi. Syukur. Rupanya si Pandu ini model tidur mati juga rupanya, pikirku. Dugaanku benar, penis si Pandu ini memang gede. Masih tidur aja juga sudah gede rupanya. Dengan pahaku bisa kurasakan itu.

Karena tak ada reaksiku kulanjutkan aksiku. Tanganku kucoba julurkan ke arah Ricky. Akhirnya telapak tanganku sukses mendarat di gundukan selangkangannya. Yess! Gede banget. Kami bertiga punya penis diatas rata-rata rupanya. Aku semakin nekat. Pelan, kugesek-gesekkan pahaku. Merasakan kenyalnya penis Pandu. Tanganku juga. Menikmati penis Ricky. Sepertinya keduanya tak sadar. Kulanjutkan aksiku.



Tiba-tiba Pandu menggeliat. Aku kaget. Kuhentikan gerakanku. Aku diam, seperti orang tertidur beneran. Geliat Pandu benar-benar membuatku semakin birahi. Tubuhnya tetap dalam posisi semula, namun wajahnya kini dipalingkannya padaku. Hidungnya yang mancung menempel dipipiku. kalau begini aku bisa semakin gila pikirku. Seperti tak sengaja kugeser wajahku. Membuat posisi bibir kami kini saling menempel ujung-ujungnya. Aku bergerak lagi. Diantara nafas Pandu yang lembut. Hangat di pipiku. Lanjut baca!


Pandu, Ricky dan Aku Ngewe Janda Viral 1

Pandu, Ricky dan Aku Ngewe Janda Viral 1

 Aopok.com - “Bang, tolong jemput mereka sore ini ke bandara ya, soalnya mereka enggak ngerti Jakarta tuh,” kata Dina, adik perempuanku semata wayang melalui telepon tadi pagi.

Yang dimaksudnya dengan mereka itu adalah Pandu dan Ricky dua temannya waktu di SMU kemaren. kalau yang namanya Pandu bukan hanya sekadar teman buat Dina, adikku itu. Denger-denger sih mereka pacaran sampai sekarang. Makanya Dina jadi super sibuk mengurusi keberangkatan si Pandu ini ke Jakarta. Aku yang kebetulan kos di Jakarta ini akhirnya ketiban pulung memberi tempat tumpangan buat mereka sebelum punya kos sendiri di Jakarta.


Pandu dan Ricky berasal dari kota kelahiranku di Palembang. Lulus SPMB di Universitas Indonesia membawa keduanya ke Jakarta sini. Sementara Si Dina, adikku itu, harus berpuas hati lulus di Universitas Sriwijaya di Palembang. Niatnya tahun depan, tuh anak, akan nyobain SPMB lagi, supaya bisa lulus di Universitas Indonesia. Jadi bisa deket-deket dengan cowoknya, Si Pandu itu. Dasar deh, enggak nyangka aku, si Dina yang waktu kecil sangat pemalu itu, sekarang bisa genit kayak gitu. Ngejar-ngejar lelaki he.. he.. he.. Tapi gimanapun juga aku tetap sayang dengan dia. Karena cuman dia adikku cewek satu-satunya. Kami empat bersaudara. Dua saudaraku yang lain, pejantan juga kayak aku.

Helmy adikku yang pertama, saat ini bertugas di Surabaya. Lulusan Akademi Angkatan Udara dua tahun yang lalu. Sedangkan adikku yang kedua Teddy, saat ini masih kuliah di Institut Tekonologi Bandung, semester lima. Adikku yang nomor dua ini emang yang paling pinter di antara kami. Sejak dulu hobbynya ngutak-atik rumus fisika. Pelajaran yang paling membosankan buatku. Adikku yang terakhir, ya Si Dina itu. Baru lulus SPMB dan siap-siap kuliah di Fakultas Ekonomi UNSRI. Dia sih lumayan pinter juga. Tapi entah kenapa enggak bisa lulus di Universitas Indonesia tahun ini. Mungkin belon rezekinya mungkin. Mudah-mudahan tahun depan dia bisa lulus. Si Dina ini manja luar biasa orangnya.

Aku sendiri, Rizal. Hanya lulusan Akademi Pariwisata dari sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta sini. Kampusnya cukup elit, terletak dikawasan selatan Jakarta. Bintaro tepatnya. Banyak anak-anak orang kaya, sepertiku, he.. he.. he.., dan para model yang kuliah disini. Saat ini aku bekerja sebagai manajer marketing di sebuah club kebugaran di Jakarta. Anak perusahaan sebuah hotel bintang lima yang sangat terkenal di Jakarta, tempat aku sebelumnya bekerja. Melihat prestasiku yang bagus selama di hotel ditunjang dengan penampilan fisikku, bukan sombong lo, yang bugar dan bertampang cakep maka aku dipercayakan mendapatkan jabatan itu disini.

Tinggiku 180 cm. Mungkin ini pengaruh karena sejak SD dulu aku sudah keranjingan renang. Bentuk badanku ramping namun atletis. Otot-ototku terbentuk dengan sempurna. Sejak SMA aku rutin main basket dan membentuk otot di fitness. Aku memang orang yang paling doyan olah raga. Karena memang aku suka dengan badan yang selalu sehat dan tidak kelebihan lemak.


Dengan penampilan fisikku yang seperti ini (sekadar informasi saudara-saudaraku juga cakep-cakep lo, mungkin karena dalam tubuh kami mengalir darah Arab, China, dan Palembang asli) waktu SMA dulu teman-temanku selalu menyarankanku untuk ikutan ajang pemilihan model. Tapi aku tak suka. Aku dengar kehidupan model bisa menjadikan laki-laki sejantan apapun menjadi bergaya feminin. Nah, itulah yang tak kusukai. Yang paling heboh penyimpangan seksual juga lazim terjadi. Bekerja menjadi manajer marketing club kebugaran dan sebelumnya di hotel, memang tidak membuatku menjadi feminin. Aku tetap jantan seperti adanya diriku. Namun prilaku penyimpangan seksual ini yang tak bisa kuhindari. Lanjut baca!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia